Pusat Kolaborasi Riset Arkeologi Sulawesi

Tim PKR Memperoleh Bantuan Dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahun 2024 dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX

Bagikan :

Makassar, 9 Juli 2024 – Tim Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi meraih bantuan dana fasilitasi pemajuan kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX. Dana ini akan digunakan untuk mendanai proyek penelitian yang berjudul “Restoring Makassar’s Lost Heritage: Rekonstruksi Gedung De Javasche Bank Agentschap Makassar dengan Teknologi 3 Dimensi”. Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 24 Juni hingga 20 Juli 2024 di Sekretariat PKR Arkeologi Sulawesi dan Benteng Rotterdam Makassar.

Gedung De Javasche Bank Agentschap Makassar merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi bagi kota Makassar. Dibangun pada masa kolonial Belanda, gedung ini pernah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan keuangan di wilayah tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan kota, kondisi fisik gedung ini dihancurkan.

Proyek “Restoring Makassar’s Lost Heritage” bertujuan untuk merekonstruksi dan mendokumentasikan Gedung De Javasche Bank Agentschap Makassar menggunakan teknologi tiga dimensi (3D). Dengan bantuan teknologi ini, tim PKR Arkeologi Sulawesi berharap dapat menghasilkan rekonstruksi digital yang akurat dan detail, yang dapat digunakan sebagai referensi untuk upaya pelestarian lebih lanjut.

Tim PKR Arkeologi Sulawesi berharap bahwa proyek ini bukan hanya sekadar upaya untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga situs-situs bersejarah. Tim PKR Arkeologi Sulawesi juga akan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengumpulkan data dan informasi terkait sejarah gedung tersebut. Selain itu, hasil rekonstruksi 3D ini nantinya akan dipresentasikan kepada publik melalui pameran di Benteng Rotterdam Makassar, yang juga merupakan situs bersejarah penting di kota tersebut.

Pameran ini akan menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat langsung hasil dari proyek rekonstruksi ini serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Makassar. Dengan adanya bantuan dana dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, diharapkan proyek “Restoring Makassar’s Lost Heritage” dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Tim PKR Arkeologi Sulawesi optimis bahwa hasil dari proyek ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi upaya pelestarian warisan budaya di Makassar dan sekitarnya.

Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah dan budaya, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk turut serta dalam upaya pelestarian warisan budaya. Dengan demikian, warisan budaya yang ada dapat terus dijaga dan dilestarikan untuk generasi yang akan datang.

Berita Lainnya