Makassar, 9 Juli 2024 – Tim rekonstruksi dari Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi mengadakan acara open house yang berlangsung dari tanggal 8 Juli hingga 18 Juli 2024 di Sekretariat PKR Arkeologi Sulawesi. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang sejarah Gedung De Javasche Bank Makassar yang telah lama hilang, serta memperkenalkan proses rekonstruksi digital dan printing 3D bangunan bersejarah tersebut.
Gedung De Javasche Bank Agentschap Makassar, yang dibangun pada masa kolonial Belanda, adalah salah satu peninggalan bersejarah yang pernah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan keuangan di Makassar. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, gedung ini mengalami kerusakan yang signifikan dan akhirnya hilang dari pandangan publik. Melalui proyek rekonstruksi ini, tim PKR Arkeologi Sulawesi berupaya untuk mengembalikan kejayaan dan memperkenalkan kembali sejarah gedung tersebut kepada masyarakat luas.
Acara open house ini menampilkan berbagai kegiatan edukatif, seperti presentasi tentang sejarah Gedung De Javasche Bank Makassar, pameran foto-foto lama, dan penjelasan mengenai teknologi yang digunakan dalam rekonstruksi digital dan printing 3D. Para pengunjung juga dapat melihat langsung proses rekonstruksi digital yang sedang berlangsung, serta hasil-hasil sementara dari proyek ini.

Para pengunjung yang datang ke acara open house ini juga diajak untuk memberikan masukan dan ide-ide mereka terkait proyek rekonstruksi ini. Tim PKR Arkeologi Sulawesi berharap dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat dan mendapatkan dukungan luas untuk upaya pelestarian warisan budaya di Makassar.

Dengan adanya open house ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang peduli dan terlibat dalam upaya melestarikan warisan budaya. Proyek rekonstruksi Gedung De Javasche Bank Makassar diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk ikut serta dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada. Melalui kerja sama antara tim PKR Arkeologi Sulawesi dan masyarakat, warisan budaya Makassar dapat terus dijaga dan dilestarikan untuk generasi yang akan datang.


