Maros, 19 September 2026 – Karst Heritage Festival II yang berlangsung di Dusun Lopi-lopi, Desa Mangeloreng, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, menghadirkan berbagai kegiatan dan salah satunya menampilkan tinggalan kebudayaan pra-sejarah yang sudah terukir selama ribuan tahun.

Dalam kegiatan yang berlangsung, PKR-Arkeologi Sulawesi berpartisipasi dalam penyampaian informasi tentang bagaimana tradisi pembuatan cap tangan yang berlangsung dari zaman prasejarah hingga sekarang yang di sampaikan oleh A. Muh. Saiful, S.S., M.A. sebagai salah satu peniliti yang ada di PKR-Arkeologi Sulawesi. Informasi ini menjadi pengetahuan bagi khalayak yang hadir mengenai gambar pra-sejarah dan budaya manusia pada zaman tersebut hingga pada zaman sekarang.


Selain menyampaikan pandangan mengenai gambar pra-sejarah, PKR-Arkeologi Sulawesi juga menampilkan eksperiental alat batu sebagai cara untuk mengenalkan kebudayaan nenek moyang kita pada masa pra-sejarah. Eksperiental ini menampilkan cara mengupas batu dari batu inti hingga menjadi serpihan batu lalu di retouch untuk menjadi maros point.


Maros point yang sudah dibuat kemudian di demonstrasikan sebagai mata panah. Demonstrasi ini melibatkan pengunjung Karst Heritage Festival II untuk membuktikan secara langsung kepada pengunjung apakah maros point merupakan alat berburu atau bukan. Ekspriental serta demonstrasi ini bukan saja menguji dan menampilkan bagaimana peninggalan nenek moyang kita dibuat dan digunakan akan tetapi membawa informasi bahwasannya nenek moyang kita sudah mahir dalam membuat alat perkakas jauh sebelum zaman sejarah dimulai.



