Pusat Kolaborasi Riset Arkeologi Sulawesi

Pusat Kolaborasi Riset Arkeologi Sulawesi Menggelar Workshop Riset Tematik Sebagai Langkah untuk Pengembangan Riset di Pulau Sulawesi

Bagikan :

MAKASSAR, 7 September 2026 – Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi menggelar Workshop Riset Tematik di Hotel Harper pada 19-21 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai instansi.

Workshop tersebut membahas dua tema besar, yaitu Tematik 3 tentang Agama dan Kepercayaan Awal, serta Tematik 4 tentang Budaya Pesisir dan Maritim. Kedua tema ini menjadi fokus utama dalam merumuskan arah penelitian arkeologi di wilayah Sulawesi ke depan.

Pada Tematik 3, para peserta membahas perkembangan sistem religi dan praktik spiritual masyarakat prasejarah maupun masa awal sejarah di Sulawesi. Pembahasan ini mencakup pemahaman masyarakat purba terhadap alam, kematian, dan kepercayaan terhadap kekuatan gaib.

Sementara pada Tematik 4, pembahasan difokuskan pada kehidupan masyarakat pesisir dan maritim Sulawesi. Topik yang dibahas antara lain pola hidup masyarakat pesisir, teknologi pelayaran, jalur perdagangan, serta interaksi lintas budaya yang terjadi di kawasan tersebut dari masa ke masa.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta workshop tidak hanya mengikuti sesi diskusi kelompok, tetapi juga memaparkan hasil kajian awal dari masing-masing bidang penelitian. Paparan tersebut kemudian dibahas bersama untuk menyusun rekomendasi metodologi penelitian yang dapat diterapkan pada tahap lapangan berikutnya.

Penyelenggaraan workshop ini juga menjadi bagian dari upaya PKR Arkeologi Sulawesi untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara peneliti pusat dan daerah. Dengan adanya forum semacam ini, pertukaran data, metode, dan temuan penelitian diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga mempercepat proses pengungkapan sejarah panjang peradaban di Sulawesi.

Sejumlah peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, termasuk arkeologi, sastra, dan disiplin ilmu lainnya. Keragaman latar belakang ini dinilai penting untuk menghasilkan kajian yang lebih komprehensif, mengingat topik Agama dan Kepercayaan Awal serta Budaya Pesisir dan Maritim membutuhkan pendekatan lintas disiplin.

Melalui workshop ini, PKR Arkeologi Sulawesi berharap dapat menghasilkan peta jalan penelitian yang lebih terarah serta memperkuat sinergi antarpeneliti dalam mengembangkan riset arkeologi di kawasan Sulawesi.

Berita Lainnya