Makassar, 20 Januari 2024 – Proses analisis temuan ekskavasi Gua Prasejarah Maros-Pangkep terus berlanjut dengan lancar, dan langkah penting dalam pemindahan temuan ekskavasi telah berhasil dilakukan. BPK Wilayah XIX Makassar melakukan mobilisasi temuan ekskavasi yang sebelumnya disimpan di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Makassar, untuk dipindahkan ke Ruang Analisis PKR Arkeologi Sulawesi.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Temuan Ekskavasi menjadi momen penting yang dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2024. Berita Acara ini ditandatangani oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Makassar, Drs. Laode Muhammad Aksa, M.Hum., serta Ketua PKR Arkeologi Sulawesi, Prof. Dr. Akin Duli, M.A.

Mobilisasi temuan ekskavasi ini bertujuan untuk memudahkan tahap analisis yang lebih mendalam atas temuan-temuan dari Gua Prasejarah Maros-Pangkep. Ruang Analisis PKR Arkeologi Sulawesi telah dipersiapkan dengan baik untuk menerima ribuan artefak dan sisa-sisa material kuno yang telah ditemukan selama ekskavasi.


Proses analisis temuan akan melibatkan tim ahli yang akan memeriksa, mengatalogkan, dan mengidentifikasi setiap temuan. Temuan-temuan ini termasuk tulang, artefak batu, tembikar, artefak kerang, serta berbagai jenis artefak lainnya yang memberikan wawasan tentang kehidupan manusia prasejarah di wilayah ini.
Ketua PKR Arkeologi Sulawesi, Prof. Dr. Akin Duli, M.A., menyatakan, “Proses analisis temuan ini akan menjadi langkah penting dalam mengungkap misteri sejarah di Gua Prasejarah Maros-Pangkep. Kami berkomitmen untuk menghadirkan hasil analisis yang akurat dan mendalam kepada masyarakat dan dunia ilmiah.”

Sementara proses analisis berlangsung, antusiasme untuk mengetahui hasil akhir dari ekskavasi Gua Prasejarah Maros-Pangkep terus tumbuh. Temuan-temuan ini diharapkan akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peradaban prasejarah dan budaya manusia di Sulawesi Selatan, serta memberikan cahaya baru tentang masa lalu yang telah lama terkubur.



